Awal Oktober, penerimaan bea cukai 64,51% dari target

JAKARTA, 2/11 - PENERIMAAN BEA CUKAI. Aktivitas bongkar muat peti kemas di Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (2/11). Hingga 1 November 2011 penerimaan pabean Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok telah mencapai 10,82 Triliun dari target 10,87 Triliun (99,52%), sementara penerimaan bea keluar 90,31 Miliar dari target 91,1 Miliar (99,17%), penerimaan PDRI (Penerimaan Pajak Dalam Rangka Impor, PPN, PPnBM, PPh pasal 22) sebesar 51,7 Triliun. FOTO ANTARA/ Dhoni Setiawan/ss/nz/11

JAKARTA, 2/11 – PENERIMAAN BEA CUKAI. Aktivitas bongkar muat peti kemas di Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (2/11). Hingga 1 November 2011 penerimaan pabean Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok telah mencapai 10,82 Triliun dari target 10,87 Triliun (99,52%), sementara penerimaan bea keluar 90,31 Miliar dari target 91,1 Miliar (99,17%), penerimaan PDRI (Penerimaan Pajak Dalam Rangka Impor, PPN, PPnBM, PPh pasal 22) sebesar 51,7 Triliun. FOTO ANTARA/ Dhoni Setiawan/ss/nz/11

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemkeu) membukukan realisasi penerimaan bea dan cukai sebesar Rp 125,22 triliun hingga 1 Oktober tahun ini. Jumlah penerimaan ini sudah mencapai 64,51% dari target penerimaan yang ditetapkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yakni sebesar Rp 194,10 triliun.

Realisasi penerimaan ini terdiri dari realisasi penerimaan cukai yang mencapai Rp 91,39 triliun, penerimaan bea masuk sebesar Rp 28,59 triliun dan penerimaan bea keluar sebesar Rp 5,24 triliun.

Bila dirinci, sebagian besar realisasi penerimaan cukai terdiri dari cukai hasil tembakau sebesar Rp 87,12 triliun, ethil alkohol Rp 100 miliar, cukai minuman yang mengandung etil alkohol (MMEA) sebesar Rp 4,13 triliun. Ada pula denda administrasi cukai dan cukai lain.

Pencapaian penerimaan cukai pun sudah mencapai 58,81% dari target APBN yang sebesar Rp 155,4 triliun, sementara pencapaian penerimaan bea masuk mencapai 80,08% dari target APBN sebesar Rp 35,7 triliun, dan pencapaian bea keluar sudah melebihi target atau 174,56% dibandingkan target APBN yang sebesar Rp 3 triliun.

Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, pencapaian penerimaan bea dan cukai tahun ini meningkat sebesar 15,7%, di mana pencapaian penerimaan bea dan cukai pada 1 Oktober 2017 sebesar Rp 108,23 triliun.

Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Ditjen Bea Cukai Deni Surjantoro mengatakan, peningkatan perdagangan internasional dan berbagai perbaikan kebijakan kepabeanan dan cukai seperti penertiban impor beresiko tinggi dan penertiban cukai turut mempengaruhi peningkatan peningkatan penerimaan bea dan cukai tahun ini.

“Pertumbuhan positif tersebut juga didukung oleh kebijakan tarif yang efektif, membaiknya ekspor impor, serta peningkatan harga komoditas internasional,” ujar Deni kepada Kontan.co.id, Selasa (2/10).

Deni pun mengatakan, meski saat ini pencapaian penerimaan bea dan cukai sebesar 64,51%, namun pihaknya optimistis target yang ditetapkan dalam APBN dapat tercapai.

“(Meski penerimaan saat ini 64,51%) Kita tidak bisa berspekulasi, karena di akhir-akhir biasanya karakter penerimaan cukai itu melonjak. Kita pun tetap optimistis bisa mencapai 100% karena secara year on year (penerimaan) naik,” ujar Deni.

sumber